Mengakhiri masa pengabdian selama 30 hari dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik
(KKN-T) Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Kelompok 67 secara resmi melaporkan keberhasilan
program unggulan "Pengelolaan Limbah Kotoran Hewan Menjadi Pupuk Organik". Program yang
berlangsung dari 7 Januari hingga 3 Februari 2026 di Desa Gunung Mulyo, Kecamatan Sekampung
Udik, ini berhasil mengintegrasikan solusi lingkungan. Desa Gunung Mulyo memiliki potensi sektor
peternakan yang sangat besar, terutama sapi dan kambing. Namun, melimpahnya populasi ternak
menyisakan permasalahan berupa penumpukan kotoran hewan (kohe) yang mencemari lingkungan,
menimbulkan bau tidak sedap, serta menjadi sarang lalat. Sebelum adanya intervensi ini, limbah kohe di Desa Gunung Mulyo hanya ditumpuk tanpa pengolahan yang bernilai ekonomi.
Mahasiswa KKN-T 67 ITERA hadir dengan visi Circular Economy, yaitu sebuah pendekatan
pembangunan yang menekankan pemanfaatan kembali limbah menjadi sumber daya baru. Fokus
utama program ini adalah mengubah persepsi masyarakat dari melihat kotoran hewan sebagai limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
Transformasi ini dilakukan melalui empat fase sistematis yang melibatkan partisipasi aktif warga:
1. Fase Observasi dan Inisiasi (Minggu ke-1) Perjalanan dimulai dengan survei mendalam
terhadap ketersediaan bahan baku di Bunker Sapi Dusun 1 untuk meninjau kondisi kotoran
hewan yang akan diproses. Tim melakukan koordinasi intensif dengan perangkat desa untuk
menyelaraskan rundown kegiatan dengan kebutuhan lokal.
2. Fase Produksi dan Fermentasi (Minggu ke-2) Pada tahap ini, tim memulai proses
pengolahan fisik. Mahasiswa bersama warga melakukan pengumpulan limbah dan memulai
proses fermentasi. Untuk memastikan kualitas, tim melakukan monitoring rutin terhadap suhu
dan kadar air (pengeringan kohe) guna memastikan sampel pupuk organik memenuhi standar
kualitas yang baik sebelum diaplikasikan.
3. Fase Edukasi dan Sosialisasi (Minggu ke-3) Guna menjamin keberlanjutan program, tim
menyelenggarakan sosialisasi alur produksi pupuk efektif kepada kelompok tani di Dusun 1.
Materi edukasi mencakup teknik pengolahan limbah kotoran hewan menjadi pupuk padat
matang dilakukan pengemasan (packing) untuk mempermudah distribusi dan demonstrasi
kepada warga. Sebagai bagian dari strategi keberlanjutan, tim melakukan koordinasi akses
maupun cair yang ramah lingkungan.
4. Fase Hilirisasi dan Digitalisasi (Minggu ke-4) Melakukan demonstrasi bersama kelompok
tani Desa Gunung Mulyo. Sebagai tahap akhir, dilakukan pula optimalisasi pengelolaan
website desa untuk mendukung kelancaran administrasi serta pemasaran digital produk pupuk
tersebut.
Selama satu bulan pelaksanaan, program ini telah mencatatkan sejumlah capaian signifikan:
1. Limbah kohe yang sebelumnya menumpuk di sekitar kandang mulai dialihkan ke proses
produksi pupuk, sehingga meningkatkan higienitas lingkungan pemukiman.
2. Keefektifan pupuk organik hasil olahan telah dibuktikan melalui uji coba langsung pada
program Tanaman Obat Keluarga (TOGA), menunjukkan pertumbuhan tanaman yang optimal
dibandingkan tanpa pupuk organik.
3. Petani Desa Gunung Mulyo kini memiliki alternatif pupuk mandiri yang lebih ekonomis di
tengah fluktuasi harga pupuk kimia, sejalan dengan prinsip pertanian berkelanjutan.
4. Koordinasi akses website desa memastikan bahwa administrasi informasi produk tidak
berhenti saat mahasiswa meninggalkan lokasi.

PRESS RELEASE Satu Bulan KKN-T 67 ITERA: Mitigasi Bencana di SD dan SMP Desa Gunung Mulyo
5

PRESS RELEASE Satu Bulan KKN-T 67 ITERA: Bangun Gapura Penanda Batas Dusun di Desa Gunung Mulyo
14

PRESS RELEASE Satu Bulan KKN-T 67 ITERA: Mengubah limbah Sawit Jadi Media Jamur di Desa Gunung Mulyo
10

PRESS RELEASE Satu Bulan KKN-T 67 ITERA: Inovasi Tanaman Obat Keluarga di Desa Gunung Mulyo
10

Pelaksanaan Program Pengajaran Mengaji oleh Mahasiswa KKN Tematik 67 ITERA di Desa Gunung Mulyo
8

KKN Tematik 67 ITERA Gelar Demonstrasi Pupuk Bersama Kelompok Tani Desa Gunung Mulyo
13
Jl Raya Desa Gunung Mulyo Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur kode pos 34183 Sekampung Udik