Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Institut Teknologi Sumatera (ITERA)
secara resmi melaporkan keberhasilan program unggulan "Budidaya Jamur Menggunakan Media
Limbah Sawit". Program yang berlangsung di Desa Gunung Mulyo, Kecamatan Sekampung
Udik, ini berhasil mengintegrasikan solusi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi
masyarakat.
Desa Gunung Mulyo memiliki potensi besar di sektor pertanian, termasuk perkebunan
sawit. Namun, melimpahnya potensi tersebut menyisakan permasalahan berupa limbah pertanian
dari komoditas sawit, seperti pelepah dan serabut, yang masih jarang dimanfaatkan oleh warga.
Sebelum adanya intervensi ini, limbah tersebut dibiarkan begitu saja, padahal memiliki prospek
besar sebagai media tanam alternatif untuk budidaya jamur konsumsi yang bernilai jual tinggi.
Mahasiswa KKN-T ITERA hadir dengan visi Circular Economy, yaitu sebuah
pendekatan pembangunan yang menekankan pemanfaatan kembali limbah menjadi sumber daya
baru. Fokus utama program ini adalah mengubah limbah sawit menjadi media tanam produktif
dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat melalui budidaya jamur.
Transformasi ini dilakukan melalui beberapa fase sistematis yang melibatkan partisipasi aktif
warga:
1. Fase Persiapan dan Pembuatan Media Tanam. Perjalanan dimulai dengan
mempersiapkan seluruh alat dan bahan yang dibutuhkan. Mahasiswa melakukan
pengolahan limbah sawit (serabut dan pelepah) untuk disulap menjadi media tanam atau
baglog baru untuk bibit jamur.
2. Fase Perawatan dan Monitoring. Pada tahap ini, baglog yang sudah diisi bibit jamur
memasuki masa inkubasi dan pertumbuhan. Tim KKN-T melakukan perawatan rutin dan
memantau pertumbuhan jamur secara berkala untuk memastikan kondisi lingkungan tetap
optimal agar miselium jamur dapat berkembang dengan baik.
3. Fase Edukasi dan Sosialisasi. Guna menjamin keberlanjutan program, tim menyusun
materi edukasi, termasuk pembuatan poster, dan menyelenggarakan sosialisasi teknis
budidaya jamur kepada masyarakat. Materi mencakup cara pengolahan media tanam,
penjagaan suhu dan kelembapan, hingga manajemen hasil panen.
4. Fase Hilirisasi dan Serah Terima. Sebagai tahap akhir, tim melakukan demonstrasi
perawatan lanjutan bersama warga. Mengingat masa pertumbuhan jamur yang melampaui
waktu pelaksanaan KKN, seluruh baglog diserahterimakan dan dititipkan di salah satu
rumah warga penggerak PKK setempat. Langkah ini sekaligus menjadi ujian kemandirian
bagi warga dalam mengawal proses inkubasi hingga masa panen tiba.
Selama pelaksanaan program, kegiatan ini telah mencatatkan sejumlah capaian signifikan:
1. Masyarakat Desa Gunung Mulyo kini teredukasi dan mampu menyiapkan media tanam
secara mandiri dengan memanfaatkan limbah sawit yang sebelumnya tidak bernilai.
2. Keberhasilan transfer pengetahuan terbukti nyata saat warga sukses memanen jamur
konsumsi secara mandiri pasca-program KKN berakhir. Ini menunjukkan bahwa warga
mampu melanjutkan perawatan dengan baik tanpa pendampingan langsung dari
mahasiswa.
3. Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis masyarakat, sehingga
membuka peluang usaha baru yang dapat dikelola secara mandiri untuk menambah
pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

PRESS RELEASE Satu Bulan KKN-T 67 ITERA: Mitigasi Bencana di SD dan SMP Desa Gunung Mulyo
5

PRESS RELEASE Satu Bulan KKN-T 67 ITERA: Bangun Gapura Penanda Batas Dusun di Desa Gunung Mulyo
14

PRESS RELEASE Satu Bulan KKN-T 67 ITERA: Edukasi Produksi Pupuk Mandiri Desa Gunung Mulyo
16

PRESS RELEASE Satu Bulan KKN-T 67 ITERA: Inovasi Tanaman Obat Keluarga di Desa Gunung Mulyo
10

KKN Tematik 67 ITERA Gelar Demonstrasi Pupuk Bersama Kelompok Tani Desa Gunung Mulyo
14

Pelaksanaan Program Pengajaran Mengaji oleh Mahasiswa KKN Tematik 67 ITERA di Desa Gunung Mulyo
8
Jl Raya Desa Gunung Mulyo Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur kode pos 34183 Sekampung Udik