Program edukasi dan implementasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) diselenggarakan sebagai bagian
dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran
serta mendorong kemandirian kesehatan keluarga melalui pemanfaatan tanaman herbal yang dapat
dibudidayakan secara mandiri di pekarangan rumah.
Desa Gunung Mulyo memiliki potensi lingkungan yang mendukung pengembangan tanaman herbal,
dengan ketersediaan lahan pekarangan yang cukup luas di sebagian besar rumah warga. Namun,
potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana budidaya Tanaman Obat Keluarga
(TOGA). Pemanfaatan pekarangan masih cenderung terbatas pada tanaman hias atau bahkan kurang
produktif, sementara kebutuhan kesehatan keluarga masih bergantung pada obat kimia untuk
penanganan keluhan ringan. Sebelum adanya program ini, tanaman obat belum dikelola secara
terstruktur sebagai bagian dari upaya kemandirian kesehatan masyarakat, padahal memiliki peluang
besar untuk dikembangkan sebagai solusi kesehatan alami yang ekonomis dan berkelanjutan.
Melalui program TOGA, masyarakat diajak untuk memanfaatkan potensi lahan pekarangan sebagai
sumber kesehatan keluarga sekaligus sebagai ruang hijau produktif yang mendukung keberlanjutan
lingkungan.
Tahapan Pelaksanaan Program
1. Observasi dan Identifikasi Potensi (Tahap Awal)
Kegiatan diawali dengan observasi kondisi lingkungan dan identifikasi pemanfaatan pekarangan
rumah warga. Tahap awal ini bertujuan untuk memetakan potensi lahan yang tersedia serta
menyesuaikan konsep penanaman dengan kondisi nyata di lapangan. Koordinasi bersama perangkat
desa dan tokoh masyarakat dilakukan guna memastikan program berjalan selaras dengan kebutuhan
serta karakteristik masyarakat Desa Gunung Mulyo.
2. Persiapan Media Tanam dan Penanaman (Tahap Implementasi)
Pada tahap implementasi, masyarakat diberikan pendampingan dalam menyiapkan media tanam yang
ideal dengan komposisi tanah, pupuk kompos kotoran sapi, dan pasir/sekam guna menghasilkan
struktur tanah yang gembur, subur, dan memiliki sistem drainase yang baik.
Metode penanaman dilakukan secara fleksibel, menyesuaikan luas pekarangan masing-masing warga,
baik menggunakan pot atau polybag, rak tanaman bertingkat, maupun konsep vertical garden untuk
lahan terbatas. Jenis tanaman yang dibudidayakan meliputi jahe, kunyit, temulawak, kencur, lengkuas,
lidah buaya, seledri, dan daun bawang.
3. Edukasi Manfaat dan Pengolahan Tanaman (Tahap Penguatan Kapasitas)
Selain praktik penanaman, masyarakat juga memperoleh edukasi mengenai manfaat masing-masing
tanaman obat serta contoh pengolahan sederhana yang dapat diterapkan di rumah. Beberapa bentuk
pengolahan yang diperkenalkan antara lain pembuatan jamu kunyit asam, sirup jahe, sari temulawak,
serta pemanfaatan lidah buaya untuk perawatan kulit.
Tahap ini bertujuan untuk membangun pemahaman bahwa tanaman herbal tidak hanya berfungsi
sebagai penghijauan, tetapi juga sebagai solusi kesehatan awal untuk penanganan penyakit ringan
secara mandiri.
4. Implementasi dan Keberlanjutan Program (Tahap Pengembangan)
Tahap akhir difokuskan pada pendampingan perawatan tanaman serta penguatan komitmen
masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program. Pekarangan yang sebelumnya kurang
termanfaatkan mulai ditata menjadi area hijau produktif yang tidak hanya memiliki nilai estetika,
tetapi juga nilai kesehatan dan kebermanfaatan jangka panjang.
Selama pelaksanaan program, kegiatan ini telah mencatatkan sejumlah capaian signifikan:
1. Optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah sebagai media budidaya tanaman obat keluarga.
2. Peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan teknik pengolahan tanaman
herbal secara mandiri.
3. Pembuatan Perangkat media tanam seperti Rak tanaman yang dapat mempermudah
penglokasian penanaman pada tanaman obat
Program Tanaman Obat Keluarga (TOGA) diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Gunung Mulyo.

PRESS RELEASE Satu Bulan KKN-T 67 ITERA: Mitigasi Bencana di SD dan SMP Desa Gunung Mulyo
5

PRESS RELEASE Satu Bulan KKN-T 67 ITERA: Bangun Gapura Penanda Batas Dusun di Desa Gunung Mulyo
15

PRESS RELEASE Satu Bulan KKN-T 67 ITERA: Edukasi Produksi Pupuk Mandiri Desa Gunung Mulyo
16

PRESS RELEASE Satu Bulan KKN-T 67 ITERA: Mengubah limbah Sawit Jadi Media Jamur di Desa Gunung Mulyo
11

KKN Tematik 67 ITERA Gelar Demonstrasi Pupuk Bersama Kelompok Tani Desa Gunung Mulyo
14

Pelaksanaan Program Pengajaran Mengaji oleh Mahasiswa KKN Tematik 67 ITERA di Desa Gunung Mulyo
8
Jl Raya Desa Gunung Mulyo Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur kode pos 34183 Sekampung Udik